Kamis, 12 Juli 2012

ketika bulan bergincu dadu

by Lentera Bias Jingga on Sunday, January 29, 2012 at 5:07pm · ia lelaki tayu dari masa lalu yang menulis semua biru dalam setiap persinggahan dari waktu ke waktu dengan tinta luka yang terus memburu jalan hidup berlalu tak tentu catatan pilu lagi-lagi selalu berakhir di batu saat ia lukis dengan semua kata-kata bisu dengan semua arti peluh rayu ketika langit berkabut abu-abu ketika randu jadi merah dadu bukit-bukit hitam itu berbatu cadas dan keras penat tandus sepanjang tayu kalingga serayu pengiris ritus perempuan tayu yang lalui hidup berbekal malu dari nafkah lelaki pemalu batu hingga waktu terus berlalu bulan tak lagi di daun jambu bergincu rayu di bawah randu menyulam malam tanpa kelambu hingga pagi sedikit tersipu-sipu melihat ragu dari pintu ke pintu hidup keras tak ubah batu meradang ragu setiap waktu berburu langit biru, laut biru tapi bulan terus begitu sayu jalani laku menunggu waktu di pucuk randu menguncup malu

Tidak ada komentar: