Kamis, 12 Juli 2012

 dawai dan recehan
 
by Lentera Bias Jingga on Thursday, March 8, 2012 at 1:08am ·
malam menggantung hujan
dengan rintik yang tak pernah jelas
dan aspal hanya berbekas basah
di tepi garis laju  pembatas
roda-roda waktu terus dikayuh
dengan peluh dan desah nafas
mencari puncak yang luput tak berhingga

entah mengapa bulan cuma sanggup
mengintip dari sapuan awan hitam
yang terus menyelimuti wajah kuyu
bocah penunggu recehan di persimpangan
yang coba memainkan dawai dengan irama
hampir tak begitu hingar bingar seperti
jalan-jalan sepanjang kuta di waktu malam
dan perempuan hilir mudik berpasangan
bergaun  tanpa lengan dan celana span sepinggang

tapi bulan hampir tak kelihatan
oleh malam yang terus berdentam-dentam
di sepanjang kute hingga legian
bocah penunggu recehan masih di persimpangan
memetik dawai yang hampir tak kedengaran
seakan terus mencari siapa pemilik malam
yang menghapus seluruh keadaban


Tidak ada komentar: