Rabu, 23 April 2014

pengadilan kartu

satu tambah satu
hati makin ragu
hari-hari berlalu
suara kartu itu-itu


pintu kereta itu telah terbuka.
stasiun ini sementara
lupakan apa yang diberi
mari ikut pergi!

...
sebentar lagi langit mendung
awan hitam membenam
ribut halilintar menggetar
petir menyambar gegar
...
suara-suara kehidupan 
akan tenggelam oleh gaduh langit yang kelam
huruf tak lagi tersusun jadi kalam
hitung-hitungan jadi vonis tuhan

suatu hari waktu pemilu

...
kusampul kado buatmu
sepasang baju baru
di ulang tahun kesatu

dengan sampul merah jambu
kesukaan ibumu
sewaktu ia juga seusiamu

tapi kala itu aku masih pemilu
hari-hari terus berlalu
aku tak tahu apa yang maju

sampul merah jambu
sepasang baju baru
tanda sudah lima pemilu

aku tak tahu apa yang baru
aku tak tahu apa yang maju
orang-orang sibuk ikut pemilu

mungkin aku keliru
mungkin aku yang ragu
banyak yang ngaku sok tahu

buat menghibur rasa rindu
walau masih lagu babu
walau sudah lima pemilu

9 april 2014
ulang tahun kesatu
sudah lima pemilu
dari dangau halau bangau


sayur asem, ikan asin kresek, 
sambal bungul, nasi putih hangat 
dalam rantang 
buat nanti siang
di dangau
menghalau bangau



8 april 2014
Jadilah Buih di Tengah Lautan

saatnya mengoreksi diri.
...
tak ondak melihat kuman di seberang lautan,
tapi mencari kutu di kepala sendiri.
tak pula mengukur dalam lautan dengan kail panjang sejengkal
malulah kurasa menyalahkan lantai, padahal awak tak pandai menari
naif pula bila menghitung pasir di laut, terbakar jenggot lalu kepanasan
...

jadi,
maka jadilah itu buih di tengah lautan
sesaat kelak habis berantakan di limbur pasang
...
apa pula hati nak geram
tak tahu diuntung namanya
hari pemilihan umum

bukan golput, bukan penentang
tak ber-Ktp , tak diundang
...
walau malang hati senang-senang
kisah orang-orang yang tak datang ke tps.
...
tak terbayang kekayaan batin

tak terbilang cerlang pikiran
tak meradang
tak menerjang
...
tenang tak dikejar bayang-bayang
seperti orang yang keranjingan (merasa) menang
...
uang sebukit tak jadi utang

janji selangit tak perlu diulang
siapa ingin menyumbang?



10 April 2014
jalan-jalan tanpa kepedulian


langit medan hujan
basah jalan-jalan
air tergenang di sebagian
...
namun
dari belakang stir ia memacu kenderaan
mobil dikebut pengguna lain kecipratan
kuyublah seragam kantoran

...
jangan salahkan hujan 
jangan salahkan jalan
kemana akal dan perasaan?
hilang kemana kepedulian
sesama pengguna jalan?
...
jangan cerita masa depan
jangan kotori mulut dengan harapan-harapan
cermin peradaban nyata terlihat di jalan-jalan
nyaris tak lagi bergumam


05042014
nafsu lawamah

sewaktu imamah suka menzholimi ummah
karena tak amanah lalu menabur fitnah


27 Maret, 2014