Selasa, 22 April 2014

Negeri Teguh Penuh Rayuan

Cerita manis pun berseliweran.
Lima tahun ke depan bersopan-sopan mengeruk lahan garapan.
pinomat persiapan menuju kursi dewan.

Inilah kisah negeri penuh rayuan
angin bertiup nyiur melambai
harapan tinggal harapan
rakyat dibiar-biar sendirian
...
Begitulah rata-rata kelakuan-:)



26 Februari 2014
merindu hujan

malam...
kirimkan segumpal awan
tepat di atas atap rumahku
dan tetaskan jadi hujan
biar tirai jendela tak lagi terbuka
pintu bilik tak sudi menganga

pengap siang teranja-anja

tak menjalar ke lantai kamar
tak membakar rindu pada
hujan yang ditunggu
..
esok langit kan kukecup
dari dedaun yang mengembun
di taman aneka puspa
lagi berbunga menunggu kumbang tiba


19 Februari 2014
Makrifat

suka berkata dengan ayat
suka menasihat dengan tobat

tapi tak banyak berbuat
tapi tak pula bermanfaat

akhirnya berkhianat

Sedikit ayat banyak berbuat
Agama jadi kuat

Negara bermartabat
Bangsa pun berdaulat
Ibadah pilihan selamat



1 Februari 2014


Angela

sempat kau bertanya
pada hujan yang tiba tiba turun seketika
siapa pemilik bulan di atas sana ?
" enam lelaki yang bermain leng
di pos perempatan itu, " desah
ranting tua pohon mangga yang jatuh
tepat di samping mereka

...
malam ini, aku menulis itu

ketika hujan mulai reda
kopi hitam hangat sudah di atas meja
...

selamat malam Angela


14 Januari 2014


Selamat Pagi Puisi

lingkar lingkar ini seperti mengerti
sadel menarinari
melaju ke depan
membawa beban
ringan terasa badan

menyusuri sepi jalan
mengurai kabut putih menawan
berpelukan dingin tubuh yang menggairahkan

lampulampu jalan
masih bersinar temaram
embun hinggap di sudut dedaunan
peluh mulai membasah rerumputan jalan
pohon-pohon lalu berlarian
mengejar semua harapan

pagi pun seperti mengerti
pagi pun seperti memahami
pagi pun seperti memberi
pagi pun seperti menjadi
pagi pun lalu mengilhami
...
puisi ini untuk selamat pagi


14 Januari 2014
Selamat Pagi Puisi

lingkar lingkar ini seperti mengerti
sadel menarinari
melaju ke depan
membawa beban
ringan terasa badan

menyusuri sepi jalan
mengurai kabut putih menawan
berpelukan dingin tubuh yang menggairahkan

lampulampu jalan
masih bersinar temaram
embun hinggap di sudut dedaunan
peluh mulai membasah rerumputan jalan
pohon-pohon lalu berlarian
mengejar semua harapan

pagi pun seperti mengerti
pagi pun seperti memahami
pagi pun seperti memberi
pagi pun seperti menjadi
pagi pun lalu mengilhami
...
puisi ini untuk selamat pagi



asrama kesrem, binjai 14 Januari 2014






Ula Kam Ngandong *)

Biarlah Sinabung menangis
dari perutmu ibu
alam menyusuri diri
...
Tapi jangan biarkan tangis nande ') hilang sayup lama tak terdengar
di barak pengungsian itu
anak-anak diam beku dalam debu
Jangan biarkan rindu Bapa lawes ku juma ")hilang

tak lagi berharap
kol, sawi, tomat dan jeruk akan tumbuh
ladang-ladang kering kerontang ditutup lahar membakar

Jangan biarkan ratusan hewan kehilangan akar dan pohon-pohon
karena hidup tak pernah kita beri makna rantai satwa dalam doa
dalam kasih
setiap kita menemui-Nya

selalu berulang kehancuran
selalu kita lalui seperti tak terjadi apa-apa
sampai kita tak saling sapa
sampai kita tak mendengar
masih ada suara
masih ada yang meronta
...
Tetapi,
Bukan tangis darah yang kau tunggu-tunggu, Tuan
...

catatan
*) Jangan kau menangis
' ) ibu
" ) bapak pergi ke ladang


12 Januari 2014