Rabu, 17 Juli 2013


musim layang datang

June 4, 2013 at 2:47pm
sayang...
musim layanglayang datang
mari bermain riang di tanah lapang
dekat ladang kacang
anakku sayang

sayang...
musim layanglayang datang
ayah pasang gelas benang
batang ke batang
pohonpohon pekarang belakang
anakku sayang


sayang...
musim layanglayang datang
raut rangka bambu direntang
sendaren dipasang
angin kencang di bukit seberang
anakku sayang

sayang...
musim layanglayang datang
anakanak bertandang
bermain tambang
menanti layang putus benang
anakku sayang

sayang...
musim layanglayang datang
langit petang berbintangbintang
warnawarni seperti kembang
anakku sayang

sayang...
musim layanglayang datang
cepatlah pulang dari seberang
ayah rindu petang bermain layang
di tanah lapang dekat ladang kacang
anakku sayang


lentera bias jingga
ketika musim layang petang
04 Mei 2013, 


langit jiwa

June 4, 2013 at 12:07am
malammalam
selalu saja 
hendak ditulis 
sebelum rebah

malammalam
selalu saja
hendak dilukis
ketika istirah

malammalam
selalu saja
hampir nyaris
dari resah

malammalam
selalu saja
kikis habis
segala gundah

malammalam
menyepuh luka
sisa usia menepis
lagu jiwa tengadah

malammalam
menyimpan rasa
barisbaris prosa liris
pada hasrat yang mendedah




by : lentera bias jingga
oratoret malam 
gerimis di beranda depan
03062013








blur

May 31, 2013 at 10:42am
ingin kutulis dengan kata
izin ya.. evi dellas octavia

bukan warna
bukan cahaya
noktahnoktah putih menyala
bukan dedaun hijau kuning nangka
bukan unguabuabu jejaring labalaba

tak juga katakata
rangkai seni sastra
yang kadang berbatas umpama
pepatah, pribahasa atau balada
siluet warna risau hati menyeka 

cahaya dalam jentera kamera

tapi...
adalah rasa
yang mewarna
memancar cahaya
melingkar noktahnoktah  putih menyala
menunas dedaunan hijau kuning nangka
mengilau unguabuabu jejaring labalaba


lentera bias jingga
31 Mei 2013

sajak n

May 30, 2013 at 12:06am
sedu sedan

hujan,

tak tertahan..


basah jalanjalan,

menyepuh

malam sepekan


ranting berjatuhan

langit gelap diselimut awan

bulan tak jadi rupawan

kelopak bunga dan dedaunan

tertelan dahan



langit tak heran

ada yang melukis hujan

pada kanvas tiruan

menampung malam dalam cawan

segi perdelapan




-----
len
te
ra
bias jingga

Selasa, 16 Juli 2013


Kasih-Nya

July 1, 2013 at 2:16am

ia tengadah ke langit
berharap hujan sedikit
membasahi rerumputan
yang menguning kering
di padang kembara

hujan ia tafsir
dalam kasih Tuhan
yang menetas dari awan
yang mengguyur pepohonan
yang tertampung dedaunan
biar hijau mewarna padang
hujan ia perlakukan
bagai mukjizat alam
yang menumbuh benih kehidupan
yang menyemai akar tetumbuhan
yang menjaga keseimbangan
dari kemarau yang mematikan

hujan ia rawat setiap datang
puji syukur atas nama kehidupan
menjaga rerumputan
menjaga pepohonan 
menjaga dedaunan 
tak layu segera menjemput pulang

padahal ia bukan lelaki sarungan
yang meradang atas nama iman
melafaz nama Tuhan lalu menolak hujan
mengirim kemarau mendadak datang
buat rerumputan menguning kering
buat pepohon terpanggang, tak tertahan
buat dedaun kering terlepas dari dahan
hijau pun seperti buih di tengah lautan

ia lelaki di tengah padang
memohon hujan dalam bahasa terang
hujan datang, Kasih-Nya menjelang
tetumbuhan nan riang berdendang
sebab ia tak mengutuk hujan 
langit di atas sana


jadi pujian yang berulang
walau bandang menyerang terjang



lentera langit jingga
30 Juni 2013
Taman Beringin Medan


Taman Ber(ingin)

December 4, 2012 at 4:24am

awan putih lembut
membalut langit
di atas taman

sesaat tadi ribuan merpati
menyecah kaki
cium bau tanah basah
dan harum rerumputan

gerimis panjang pun baru usai
membasahi kaki anak lelaki
yang menulis elegi

hari ini melati mekar berseri
ber (ingin) dan trembesi turut bernyanyi
kepak-kepak merpati mengiring tari
taman hijau nan asri

sayang
anak lelaki terus menulis elegi
tentang kota ini
dari tiang-tiang besi yang mengurung hati
gedung-gedung tinggi dan jembatan yang kehilangan jati

anak lelaki menanti janji
di depan taman ber(ingin) ini
ia lalu membasahi hati dengan diksi-diksi
dari merpati, melati, trembesi dan taman bernyanyi
sebelum ia jadi lelaki pemimpi
hingga petang elegi tinggal elegi
sepi... dingin... lalu mati

Bolehkan Kutengok Medan ?

June 28, 2013 at 2:31am
Bolehkan kutengok Medan...

ada jompo dudukduduk di Taman Beringin
depan rumah dinas gubernur itu
melepas hari tua menikmati sungai jernih
yang mengalir penuh jurung dan ikan warnawarni
tawa berderai ditemani anak cucu bergembira dengan burungburung dara 
yang terbang dari pucuk beringin dan trembesi tua

Bolehkan kutengok Medan...

ada mudamudi asyik bercerita dan membaca di Taman Gajahmada
sebagian bermain biola juga ramai anakanak usia belia 
mendengar pendongeng yang datang dari sanggarsanggar karang taruna
kadangkadang Pak Walikota yang baik  datang bersama anakanak
ikut bercerita tentang kota yang sudah berusia empat ratus dua puluh tiga

Bolehkan kutengok Medan...

di jalan Imambonjol, hingga Sudirman terus ke balaikota banyak pesepeda 
menikmati petang hingga senja di Lapangan Merdeka
sembari berfotofoto ria dilatari gedunggedung tua peninggalan Belanda
yang eksotik di tamantaman penuh beraneka bunga
Gedung Balaikota yang indah rindang oleh pepohononan 
selalu jadi kebanggaan warga

ketika lelah berjalan...

setiap persimpangan kutengok tersedia krankaran air bersih
langsung  diminum tak berbakteri oleh warga pejalan kaki
sambil mata menikmati kota sebutan:  Paris Van Sumatera ini
lalu lintas kenderaan roda dua  roda empat hampir tak ada
lalu lalang di pusatpusat keramaian warga

air Sungai Babura, Deli yang jernih itu membelah kota
kerap dilalui sampansampan bawa wisatawan mancanegara
dari kota hingga ke Labuhan Deli sana
sampansampan dihias beraneka dan lampulampu jalan mewarna kota ketika senja tiba

tengoklah pula orangorang tak tergesagesa pulang kerja
mereka memarkir sepeda di tempattempat yang tersedia
rehat di avenue sembari menikmati karyakarya pelukis kota, bukubuku sastra dan petunjukan sandiwara
lalu kutengok kota...
Medan punya cerita tentang Pak Pung dan Roman Picisan yang lengkap
di Taman Bacaan Kota Terbuka dekat Lapangan Benteng Jalan Kapten Maulana
kutengok kotaku senang dan menawan, aku sayang padamu 


Lentera Langit Jingga
Mimpi warga yang lahir di kota tua ini
selamat berultah ke-423
Selamat Buat Pak Walikota